![]() |
Diantara rekan cowokku waktu itu, yang paling akrab denganku yaitu Charles, anaknya cukup ganteng serta pintar. Tetapi sayangnya Charles pada akhirnya tak melanjutkan kuliahnya lantaran dia terasa patah hati denganku (bukanlah GR lho!). Charles memanglah adalah cowok yang pertama kalinya rasakan mahkota kegadisanku, kulakukan semuanya dengan suka-rela tidak ada tuntutan.
Kuanggap waktu itu kami memanglah sama-sama sukai serupa sukai serta sama-sama memerlukan, bukanlah bermakna itu sebagai satu ikatan yang mana saya mesti bersedia jadi istri Charles nantinya. Perihal ini pula yang bikin Charles pada akhirnya mesti terpukul serta patah hati, lantaran sesudah kupersembahkan mahkota kegadisanku, Charles terasa mesti bertanggungjawab serta bakal menikahiku.
Bandar Togel Online Tererpercaya - Sedang saya tidak mau memperoleh ikatan apa-apa, jadi pada akhirnya Charles patah hati serta berhenti kuliah, mulai sejak waktu itu saya juga tidak paham dia ada di mana, bila kalau sekarang ini di manapun Charles ada serta tengah membaca kisahku ini, saya minta maaf, bukannya saya punya maksud menyakiti hatinya, namun demikianlah saya, Natalia yang tetap masih seperti yang dahulu. Mulai sejak awal perkenalanku dengan Charles, kami memanglah sudah terasa sama-sama pas satu serupa lain.
Beberapa hal yang kami senantiasa kerjakan serta lewati berbarengan, tak tahu bagaimana perasaan Charles padaku waktu itu, tetapi saya berasumsi Charles tidak lebih sebagai seseorang rekan yang akrab serta enak di ajak terlibat perbincangan ataupun bergaul, atau mungkin saja sebagai kakak yang dapat di ajak sharing umpamanya.
Cerita Dewasa - Pengalaman ML Pertama ku Jalinan kami semakin hari semakin dekat serta akrab, kami juga memulai dengan sama-sama berciuman, berpelukan sembari kadang-kadang sama-sama raba serta sama-sama remas, pastinya di beberapa tempat sepi yang sangat mungkin. Terakhir kami juga kerap lakukan petting atau oral seks. Bila yang satu ini kami kerjakan kadang-kadang di rumahku waktu tak ada siapa-siapa, kadang-kadang juga ditempat kost Charles, atau di losmen-losmen murah dengan membayar patungan, maklum Charles bukanlah asli anak Surabaya, ke-2 orang tuanya asli serta tinggal di Medan sana.
Kami capai kenikmatan itu lewat jalinan oral seks, kami sama-sama cium, sama-sama lumat serta sama-sama cumbu. Tangan-tangan kami sama-sama meraba serta mengelus daerah peka kami semasing, sampai pada puncaknya kami sama-sama jilat dengan posisi 69. Kepala Charles membenam di selangkanganku, mengoral vaginaku serta menjilati klitorisku.
Demikian sebaliknya saya juga repot mengocok batang kemaluan Charles sembari mulutku mengulum kepala batang kemaluannya, kujilat biji pelirnya sampai ke sisi kepala batang kemaluannya. Awalannya saya tak mengizinkan sperma Charles tumpah keluar di mulutku, tetapi akhir-akhirnya kerapkali kubiarkan spermanya menyembur didalam mulutku. Bahkan juga sekian kali sperma itu yang awalannya tak berniat tertelan jadi berniat kutelan hingga habis.
Memanglah awalannya saya terasa jijik serta nyaris ingin muntah rasa-rasanya, apa lagi bila semburan spermanya muncrat dengan keras sampai segera menyumbat kerongkonganku. Memanglah pengalaman yaitu guru yang paling baik, pada akhirnya saya juga punya kebiasaan serta bisa disebut ahli dalam lakukan oral seks hingga lawan mainku orgasme, serta spermanya menyembur keluar di mulutku, lalu segera kutelan habis hingga bersih kembali.
Hal yang sama justru sudah dilakukan Charles sejak dari awal kami melakukan hubungan oral sex, dan Charles pula yang mengawali mengoral vaginaku, jauh hari sebelum aku berani dan mau melakukan oral sex pada dirinya. Charles selalu tidak membiarkan cairan hangat yang keluar dari dalam liang vaginaku, tumpah begitu saja membasahi sprei tempat tidur yang kami pakai.
Charles selalu menjilat dan menelas habis semua cairan beningku saat aku mengalami orgasme saat dioralnya, soal kenikmatan yang kualami saat itu, sungguh sangat sulit kulukiskan dengan kata-kata, karena rasanya tidak ada kata atau kalimat yang dapat mengartikan bagaimana nikmatnya saat orgasme itu. Suatu siang yang tanggal dan harinya aku sudah lupa, aku dan Charles pulang kuliah agak siang karena memang tidak ada kegiatan di kampus.
Kuajak Charles mampir ke rumahku seperti biasanya, dan waktu itu di rumahku juga sedang tidak ada siapa-siapa, kedua orang tuaku sibuk dengan urusannya masing-masing, sedang adikku ada yang masih kuliah dan yang kecil juga belum pulang dari sekolahnya. Suasana dan kondisi rumahku yang kosong dan sepi memungkinkan Charles untuk bebas mencumbuku, Charles mengawalinya dengan mencium lembut bibirku yang tipis dan mungil.
Kami saling berciuman dan berpagutan, bibir kami saling mengulum, dan tangan kami saling meraba dan meremas daerah-daerah yang sensitif. Cukup lama kami bergumul di tempat tidurku, sampai akhirnya kami saling menanggalkan busana kami masing-masing, seperti biasanya saat kami melakukan oral sex. Lalu kami sudah telanjang bulat tanpa sehelai pun benang yang menutupi tubuh kami.
Dan cumbuan dan ciuman tadi sudah berubah menjadi jilatan yang kami lakukan, kami saling menjilati hingga mencapai posisi favorit kami yaitu 69. Ternyata aku lebih dahulu mengalami orgasme saat melakukan oral sex kali ini, aku benar-benar hanyut dan terobsesi dengan permainan lidah Charles yang menyapu rata setiap bagian vaginaku.
Terus terang aku paling tidak tahan saat klitorisku dijilat apa lagi dikulum-kulum. Biasanya darahku seakan serentak secara bersamaan mengalir ke atas kepalaku dan berkumpul di ubun-ubun kepalaku, kalau sudah demikian bendungan pertahananku jebol diterjang badai dan gelombang birahiku yang dahsyat.
Namun kali ini rupanya Charles lebih lama bertahan daripada biasanya, memang tidak biasanya Charles mampu mempertahankan orgasmenya sebegitu lama saat kukulum batang kemaluannya. Kali ini rupanya lain, dan karena orgasmenya tak kunjung tiba, Charles mengubah posisinya dengan menindih tubuhku dengan posisi kami saling berhadap-hadapan.
Charles kembali mencium dan melumat bibirku, masih terasa sisi bekas lendirku yang menempel di mulut Charles, rasanya sedikit asin dengan aroma yang khas sekali, karena aku juga pernah menjilati jari-jariku setelah melakukan masturbasi, saat itu jari-jariku juga dipenuhi oleh cairan kenikmatan sisa orgasmeku.
Sambil menciumku, Charles memegang batang kemaluannya dan menggosok-gosokkan ujung kepala batang kemaluannya di antara celah belahan bibir vaginaku, aku merasakan geli yang bercampur kenikmatan, ada rangsangan tersendiri yang kurasakan saat itu, sehingga membuat liang vaginaku kembali basah dibanjiri oleh cairan birahi yang mengalir dari dalam rahimku.
Charles mulai menusuk-nusukkan ujung kepala batang kemaluannya di celah liang vaginaku, desakan batang kemaluannya terasa agak sakit saat memasuki terlalu dalam ke liang vaginaku, hingga terkadang aku sedikit tersedak dan mengaduh, namun lama kelamaan aku juga menjadi tidak tahan dengan perlakuan seperti itu, ingin rasanya aku merasakan batang kemaluan Charles dimasukkan lebih dalam lagi ke liang vaginaku.
Charles sepertinya juga tahu apa yang kumau, ia mulai menggosokkan batang kemaluannya masuk lebih dalam lagi ke liang vaginaku. Aku kembali merasakan sakit di dalam liang vaginaku yang memang belum pernah dimasuki benda apa pun, kali ini ada sedikit rasa perih dari dalamnya.
Charles rupanya juga mengerti akan hal itu, dan ia tidak melanjutkannya dengan gegabah, sambil sesekali meneruskan dorongannya agar batang kemaluannya masuk lebih dalam lagi, Charles juga memberikan aku waktu luang untuk menarik nafas menahan rasa sakit dan perih yang bercampur nikmat di vaginaku.
Akhirnya setengah dari batang kemaluan Charles berhasil menyeruak masuk ke dalam liang vaginaku, dan Charles mulai memompanya pelan-pelan sambil terus melakukan tekanan hingga batang kemaluannya benar-benar dapat masuk secara utuh di dalam kemaluanku.
Rasa sakit dan perih yang kualami juga makin lama makin hilang berganti dengan rasa nikmat yang selama ini belum pernah kualami. Charles makin mempercepat pompaannya, batang kemaluannya digenjot keluar masuk di liang vaginaku, yang makin becek oleh lendir yang tak terbendung, keluar dari dalam rahimku.
“Oo.. Ooh! Aduu.. Uuh! ” Saya cuma dapat menyeracau tak karuan, tanganku berupaya mencapai apa sajakah yang ada di sekitarku, serta kain sprei tempat tidurku sebagai tujuan jambakan tanganku, kuremas kain spreiku sampai tempat tidurku semakin berantakan. Badanku sedikit bergetar, kurasakan ada suatu hal yang aneh didalam liang vaginaku, saya kelihatannya tengah kencing tetapi bukanlah air seniku yang mengalir keluar, tetapi kutahu itu yaitu semburan pelumasku, yang kembali membasahi liang vaginaku.
Vaginaku mengedut kuat meremas batang kemaluan Charles yang masihlah asik selalu memompa liang vaginaku, kedutan vaginaku itu pada akhirnya juga bikin pertahanan Charles turut jebol juga. Bisa kurasakan semburan dahsyat didalam liang vaginaku waktu Charles melepas orgasmenya.
Cukup lama kami berpelukan sembari posisi batang kemaluan Charles masihlah tertancap didalam liang vaginaku, kurasakan batang kemaluan Charles pelan-pelan kembali mengecil seukuran normal didalam liang vaginaku. Cairan birahi kami berdua yang bercampur didalam liang vaginaku merembes keluar lewat celah lipatan bibir vaginaku, terakhir baru kutahu di antara rembesan itu ada bercak merah yang membasahi sprei tempat tidurku.
Selamat tinggal mahkotaku, sekian bisikku dalam hati sembari mencium bibir Charles, orang pertama yang memberi kenikmatan sejati padaku

0 Response to "Cerita Dewasa - Pengalaman ML Pertama ku"
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.